Saya pernah mendengar ungkapan sinis orang-orang seperti, "jangan mimpi kamu, itu membuat kamu gila" "bunuh saja mimpimu, karena tidak ada artinya" "hancur sudah mimpiku gara-gara kamu" atau apa saja yang sering kita dengar dimana-mana. Ketahuilah, ungkapan-ungkapan seperti itu sebenarnya hanyalah kotoran, ya kotoran yang berusaha menyumbat nafas semangat kita, mengotori otak jernih yang kini bekerja keras mengatasi masalah, mengotori jiwa yang tak inigin lagi lepas dari jeratan impian.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 September 2011
Sabtu, 12 Juni 2010
MEMBANGUN JIWA YANG POSITIF
Sahabat Blog Membangun Pondasi Sukses, yang baik hati.
Banyak orang yang berfikir, bahwa sebuah kepositifan persoalan adalah diawali dengan berfikir positif, lalu menjadi sebuah kebiasaan berfikir positif. Tidak sedikit orang mengira dengan berfikir positif saja dapat menjadikan kita sebagai orang yang selalu positif. Tidak semua seperti itu sahabatku.
Pemikiran yang positif, perasaan yang positif akan ada pada manusia berawal dari kebiasaan membangun jiwa yang positif. Bagaimana cara membangun jiwa yang positif dalam diri kita? Pertanyaan ini terkadang jadi buah pemikiran dan perenungan saya berhari-hari, karena membangun jiwa positif adalah menggunakan energi besar dalam kadar penyatuan rasa dan perasaannya sendiri, membangun jiwa yang positif adalah bagaimana kita menempatkan diri kita pada hal-hal yang positif dan dapat diterima secara akal sehat manusia dan memenuhi sarat moralitas dalam kehidupan kita.
Pembangunan sebuah jiwa yang positif, ditandainya dengan rasa empati dan sikap yang netral terhadap setiap persoalan, memutuskan perkara secara benar, dan mempertahankan kebenaran sebagai dasar ketentuan dalam kehidupan. Sikap yang dalam hal ini yang paling sensitif adalah prasangka, karena prasangka itu bersentuhan dengan perasaan dan perasaan pun terkoneksi dengan pemikiran. Apapun prasangka Anda akan mempengaruhi kehidupan Anda dalam rutinitas pergaulan Anda.
Prasangka merupakan awal dari pemikiran seseorang dalam menyatakan sikap atas sebuah persoalan. Karena, prasangka haruslah selalu baik sehingga mengundang kebiasaan baik dalam berprasangka itu sendiri, sehingga pemikiran kita pun selalu berada dalam pemikiran yang benar.
Jadi intinya adalah membangun jiwa yang positif, akar permasalahnnya adalah prasangka seseorang, mengorganisir pemikirannya pada hal-hal yang baik dan terpuji, sehingga melahirkan pemikiran positif yang hasilnya tindakan pun menjadi positif.
Sahabat, inilah posting tulisan saya hari ini, semoga bermanfaat.
Terimakasih
Selasa, 11 Mei 2010
JANGAN TAKUT MENENTUKAN PILIHAN
Sahabat Blog Membangun Pondasi Sukses.
Banyak orang yang terlalu takut untuk menentukan pilihan dalam hidupnya, berbeda pemahaman dan pandangan plus alasan yang dibuat untuk menutupi rasa takut menentukan pilihan. Sebagian orang berpendapat, bahwa menentukan sikap itu terlalu menonjolkan diri dalam suatu keinginan, terlalu dominan terhadap sesuatu, sehingga terkadang memaksa kehendak untuk mewujudkannya, sebagian lagi beranggapan menentukan pilihan itu karena faktor duniawi yang bermuara pada materialistis, atau cenderung fanatik terhadap satu doktrin.
Bagi saya, menentukan pilihan bukanlah sebuah ketakuatan, melainkan sebuah keberanian yang mutlak untuk dihargai keberadaannya, karena menentukan pilihan adalah sama dengan menentukan sikap yang tegas dan jelas, dan juga sebagai identitas bahwa kita memiliki keinginan yang tidak mudah dogoyahkan oleh orang lain, atau fanatik terhadap pemahaman individual. Menentukan pilihan merupakan hak asasi manusia yang juga dilindungi secara hukum.
Menentukan pilihan, adalah sikap tegas terhadap ide yang muncul pada diri sendiri, yang menunjukkan identitas seseorang sebagai pemegang pilihan. Banyak orang tidak mengerti hal ini, dan banyak pula yang beranggapan menentukan pilihan sangat bertolak belakang dengan tatanan yang telah ditetapkan atau yang telah didoktrinkan kebenarannya, sehingga enggan mengeluarkan pendapat. Tetapi bagi saya tidak, pilihan adalah mutlak milik saya, dan saya yang menentukan apa yang menjadi pilihan saya, karena saya memiliki hak atas sukses gagalnya diri dan usaha saya.
Sahabatku, apa yang menjadi pilihan Anda, tetapkanlah sebagai pilihan yang tepat buat Anda, karena Anda adalah pemilik diri dan masa depan Anda. Bukankah Anda sudah tahu apa yang terbaik bagi diri Anda? Peganglah pilihan Anda sebagai suatu ketentuan yang berarti bagi diri Anda dan orang yang Anda cintai. Semoga Sukses.
Selasa, 02 Maret 2010
MENGHILANGKAN TRAUMA PADA ANAK USIA DINI
Sahabat Blog Membangun Pondasi Sukses yang baik hati. Saya pernah ditanya tentang bagaimana menghilangkan rasay trauma pada anak usia dini? Ketika saya dilempari pertanyaan itu, saya terdiam, karena saya sebelumnya tidak pernah melakukannya. Saya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, karena menghilangkan rasa trauma pada anak kecil merupakan sesuatu yang agak mrmbingungkan. Teman group difacebook pun bertanya demikian, namun saya belum juga memberikan jawaban.Tetapi hari ini saya akan menjawabnya, karena saya merasa telah menemukan jawabannya. Saya pernah jatuh sakit, sekujur tubuh saya terkontaminasi penyakit faricela, tubuh saya bengkak-bengkak kecil hinggga menutupi wajah dan tubuh saya. Dalam keadaan seperti saya memanggil ponakan saya, yang kebetulan sedang bermain disekitar saya terbaring. Demi melihat saya dengan wajah yang menyeramkan, si anak yang berusia dua tahun ini ketakutan, dia menangis dan terus menangis. Baginya saya bukan lagi paman yang lembut baginya, tetapi monster yang menyeramkan untuk anak seumuran dia. Saya berfikir kasihan anak kecil itu, ketakutaannya kepada saya sampai tidur pun dia ketakutan, setiap tidur tiba-tiba saja dia terbangun dan mengatakan monsternya paman datang.
Saya merasa sedih, atas kejadian ini. Anak yang biasa manja dengan saya kini menjadi anak yang penakut yang berlebihan. Bagi si anak itu saya tidak lagi utama baginya, tidak lagi istimewa baginya, setiap kali dia melihat saya, dia histeris dan wajahnya pucat pasi. Saya berfikir, anak ini telah menjadi trauma dengan penyakit yang saya derita.
Keesokan harinya dia melihat saya lagi, dia ketakutan dan histeris lagi. Ini membuat saya menjadi bingung. Terus begitu sampai beberapa bulan. Dengan keadaan saya seperti ini, melihat orang yang wajahnya jerawatan pun dia menangis dan mencari ibunya, sungguh keadaan yang memprihatinkan jika terus dibiarkan.
Saya berfikir, bagaimana cara menghilangkan rasa trauma pada anak kecil, terutama mereka yang masih tergolong usia dini. Saya mempelajari karakter anak sehari-hari, ternyata saya menemukan bagaimana menghilangkan rasa trauma anak itu. Saya melihat yang menjadi kesukaan anak itu seperti apa, kemuadian saya membelinya dan menyerahkan kepada ponakan saya ini. Awalnya dia takut, lagi-lagi histeris. Tapi trus saya mempengaruhi anak itu untuk menerima sesuatu yang paling dia sukai. Butuh proses untuk melakukan pendekatan terhadap anak yang trauma, saya menghabiaskan waktu dua bulan untuk melakukan pendekatan. Hingga akhirnya saya dapat menaklukan ponakan saya lagi.
Sekarang meski wajah saya masih menyeramkkan karena bekas faricela masih menghias wajah saya, anak itu tidak merasa takut lagi. Saya menyimpulkan bahwa, anak yang trauma itu tidak bisa dihilangkan meski usianya terlalu dini, tetapi bisa atasi. Rasa trauma akan hilang jika hal-hal yang paling disukai anak-anak ditonjolkan, karena trauma itu hanyalah bawaan perasaan manusiwi yang datang sementara. Perlu ada ketenangan pada orang tuanya, anak lagi ketakutana, terus orang tuanya pun ketakutan otomatis anak akan menjadi lebih penakut. Karena biasanya anak kecil itu mengikuti prilaku dan gaya orang dewasa terlebih lagi orang tuanya.
Jangan khawatir sahabatku, rasa trauma bukanlah penyakit yang besar, karena dia bisa disembuhkan, namun semua tetaplah butuh prroses. Tidak ada masalah yang tak bisa diatasi, anak kecil akan kembali kepada fitrahnya yaitu melakukan hal-hal yang paling disukainya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Catatan :
Hak Cipta Intelektual. Isi blog ini murni karya penulis sendiri, siapapun dapat menyerap informasi isi blog, namun tidak dibenarkan menduplikasi isi informasi untuk kepentingan tertentu dan mempostingnya tanpa izin penulis.
Hak Cipta Intelektual. Isi blog ini murni karya penulis sendiri, siapapun dapat menyerap informasi isi blog, namun tidak dibenarkan menduplikasi isi informasi untuk kepentingan tertentu dan mempostingnya tanpa izin penulis.


